Bahan : 
  1. Bahan Rangka Atap yang digunakan untuk struktur bangunan adalah kuda- kuda baja IWF.
  2. Ukuran baja IWF 200 X 100 dan 150X75 , serta double canal C.150x50x20x2,3.
  3. Kaso menggunakan baja ringan C.  0,75, dan Reng baja ringan R-32. 
Cara Pelaksanaan : 
  • Semua bahan rangka kuda-kuda baja sebelum dipasang harus terbebas dari karat dan kotoran lainnya. 
  • Pekerjaan rangka baja harus terbebas dari puntir atau tekuk dan dikerjakan dengan rapi.  
  • Konstruksi sambungan baja dilaksanakan dengan menggunkan las listrik dan dibaut ukuran 16 mm, plat buhul menggunakan potongan IWF 200x100 atau plat buhul 12 mm. Pengikat gording menggunakan plat 12 mm dan 10 mm, baut ukuran diameter 16 mm 
  • Antar pengikat gording harus diberi jarum gording 12 mm dan trek stang diameter 16 mm. 
  • Pada perletakan kuda-kuda dengan ringbalk dipasang plat buhul tebal 10 mm dan baut diameter 16 mm. Angkur dipasang pada setiap tumpuan.
  • Pada bagian baja siku yang terkena pengelasan harus dicat dengan cat besi.
  • Sebagai finising akhir dari baja struktural dilakukan pengecatan sebanyak 2 kali. Pengecatan diakukan dibawah sebelum distel 1 kali dan setelah dipasang diulangi 1 kali.





terima kasih ...
semoga bermanfaat....!

KEPUTUSAN DEPUTI 
BIDANG PENGEMBANGAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN 
LKPP 
08 November 2018

Standar Dokumen Pemilihan Melalui Tender, Seleksi, dan Tender Cepat Untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi terdiri atas:
  1. Standar Dokumen Pemilihan Tender Pascakualifikasi Pengadaan Barang;
  2. Standar Dokumen Pemilihan Tender Prakualifikasi Pengadaan Barang;
  3. Standar Dokumen Pemilihan Tender Cepat Pengadaan Barang;
  4. Standar Dokumen Pemilihan Tender Pascakualifikasi Pengadaan Jasa Lainnya;
  5. Standar Dokumen Pemilihan Tender Prakualifikasi Pengadaan Jasa Lainnya;
  6. Standar Dokumen Pemilihan Tender Cepat Pengadaan Jasa Lainnya; 
NOMOR 4 TAHUN 2018 
Standar Dokumen Pemilihan Melalui Penunjukan Langsung Untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi terdiri atas:
  1. Standar Dokumen Pemilihan Penunjukan Langsung Pengadaan Barang;
  2. Standar Dokumen Pemilihan Penunjukan Langsung Pengadaan Jasa Lainnya;
  3. Standar Dokumen Pemilihan Penunjukan Langsung Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha; dan
  4. Standar Dokumen Pemilihan Penunjukan Langsung Pengadaan Jasa Konsultansi Perorangan.
NOMOR 5 TAHUN 2018 
Standar Dokumen Pemilihan Melalui Pengadaan Langsung Untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya/Jasa Konsultansi terdiri atas:
  1. Standar Dokumen Pemilihan Pengadaan Langsung Pengadaan Barang;
  2. Standar Dokumen Pemilihan Pengadaan Langsung Pengadaan Jasa Lainnya;
  3. Standar Dokumen Pemilihan Pengadaan Langsung Pengadaan Jasa Konsultansi Badan Usaha; dan
  4. Standar Dokumen Pemilihan Pengadaan Langsung Pengadaan Jasa Konsultansi Perorangan.
Link Download : Keputusan Deputi 1 LKPP 08 November 2018

sumber : jdih.lkpp.go.id

Perpres No. 16 Tahun 2018 merupakan pengganti dari Perpres No. 54 Tahun 2010 yang lebih mempermudah proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Perubahan pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 berupa perubahan struktur, istilah, definisi, dan perubahan pengaturan.
Peraturan baru  ini terdiri dari 15 Bab dan 94 Pasal. Strukturnya lebih disederhanakan dengan hanya mengatur hal-hal yang bersifat normatif, dan menghilangkan bagian penjelasan.
Hal-hal yang bersifat standar dan prosedur selanjutnya diatur dalam Peraturan LKPP dan Peraturan kementerian teknis terkait.

Beberapa perubahan dalam perpres no. 16 tahun 2018 :
  1. Peraturan baru ini akan diperkenalkan agen pengadaan yakni Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang akan melaksanakan sebagian atau seluruh proses pengadaan barang dan jasa yang dipercayakan oleh Kementerian atau Lembaga. dimana UKPBJ itu akan menjadi solusi untuk pengadaan yang bersifat kompleks.
  2. Tipe swakelola. Sebelumnya, Perpres No. 54 Tahun 2010 dikenal dengan 3 tipe swakelola, maka pada Perpres Baru dikenal dengan empat tipe swakelola. Tipe keempat yang menjadi tambahan adalah Swakelola yang dilakukan oleh organisasi masyarakat seperti ICW, dan lain-lainnya.
  3. Batas pengadaan langsung untuk jasa konsultansi akan berubah dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, sedangkan untuk pengadaan barang/konstruksi/jasa lainnya tetap dinilai sampai dengan Rp 200 juta.
  4. Jaminan penawaran yang dihapus oleh Perpres No. 4 Tahun 2015 kembali akan diberlakukan khusus untuk pengadaan konstruksi untuk pengadaan diatas Rp 10 miliar.
  5. Penyederhanaan jenis kontrak menjadi dua jenis yaitu, barang/konstruksi/jasa lainnya hanya akan diatur kontrak lumpsum, harga satuan, gabungan, terima jadi (turnkey) dan kontrak payung. Sedangkan untuk konsultansi terdiri dari kontrak keluaran (lumpsum), waktu penugasan (time base) dan Kontrak Payung
  6. Penyelesaian sengketa kontrak pengadaan akan disediakan layanan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Layanan ini diharapkan menjadi solusi penyelesaian masalah pelaksanaan kontrak sehingga tidak perlu harus diselesaikan di pengadilan atau BANI yang berbiaya mahal.
Link Download :
Terimas kasih ....!
semoga bermanfaat..........!
Diberdayakan oleh Blogger.